BAB
I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Salah satu faktor keberhasilan dalam
proses pembelajaran yaitu penggunaan metode mengajar dalam pembelajaran.
Sebagaimana pengertian metode sendiri yang berfungsi sebagai alat untuk
mencapai tujuan yaitu terciptanya suatu pembelajaran yang menghasilkan
interaksi guru dengan murid, efektif dan efesien.
Dalam penggunaan metode mengajar,
maka Guru diharapkan memilih dan menerapkan metode sesuai dengan kematangan
murid, lebih dari itu guru harus mengetahui kelebihan dan kelemahan dari metode
mengajar yang ia gunakan dalam pembelajaran. Hal ini bertujuan agar lebih
berhati-hati dan berpikir apakah metode ini sesuai atau tidak.
Metode yang digunakan dalam
pendidikan agama Islam yaitu metode diskusi, metode Tanya jawab, metode
demonstrasi, metode latihan, metode karyawisata, metode pemberian tugas, metode
eksperimen dan metode ceramah dan metode lainnya. Melihat dari metode-metode
yang memiliki kelebihan dan kekurangan, maka guru diharapkan menggunan metode
yang bervariatif.
B.
Rumusan Masalah
1. Pengertian belajar ?
2. Pengertian metode mengajar ?
3. Macam-macam metode mengajar ?
BAB
II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian Belajar
Perubahan pada seseorang itu tidak
hanya mengenai jumlah pengetahuan saja, tetapi juga mengenai berbagai kecakapan,
sikap pengertian, minat, dan adaptasi, pendeknya mengenai segala aspek
organisme atau pribadi seseorang.
Senada dengan defenisi di atas, Lester
D. Crow dan Alice Crow sebagaimana dikutip Mansyur satu defenisi
belajar dengan learning is the acquisition of habits, knowledge and attudes.[1]
Belajar dalam defenisi tersebut diartikan sebagai suatu proses aktifitas
untuk mencapai kebiasaan-kebiasaan, ilmu pengetahuan dan sikap.
Menurut Gagne, belajar adalah
suatu proses dimana organisme berubah perilakunya yang diakibatkan oleh
pengalaman. Harold Spear mendefenisikan bahwa belajar terdiri
dari pengamatan, pendengaran, membaca dan menulis.[2]
Dari pengertian di atas, dapat
disimpulkan belajar adalah proses perubahan perilaku seseorang sebagai akibat
dari pengalaman yang didapatkan melalui proses pengamatan, pendengaran dan
membaca.
Metode belajar adalah cara yang
dilalui oleh siswa untuk mencapai tujuan yang diinginkannya. Adapun metode
tersebut adalah sebagai berikut :
a) Kebermaknaan belajar. Belajar tidak
cukup hanya mendengar dan melihat tetapi harus dengan melakukan aktivitas
(membaca, bertanya,, berkomentar, menngerjakan, presentasi dan diskusi).
b) Konstruksivisme. Guru menyajikan
persoalan dan mendorong siswa untuk mengidentifikas, mengeksplorasi,
berhipnotis dengan cara mereka sendiri untuk menyelesaikan persoalan yang
disajikan. Sehingga guru dapat berkomunikasi dan menumbuhkan suasana
fasilitasi.
c) Belajar aktif. Belajar pada setiap
situasi, menggunakan kesempatan untuk meraih
manfaat, berupaya terlaksana, dan partisipatif dalam segala kegiatan.
d) Komunikasi. Kemampuan komunikasi setiap
individu akan mempengaruhi proses dan hasil belajar yang bersangkutan dan
membentuk kepribadiannya.
e) Metakogntif, yaitu kesadaran berpikir,
berpikir tentang apa yang dipikirkan dan bagaimana proses berpikirnya, yaitu
aktivitas individu untuk memikirkan kembali apa yang telah terpikir serta
berpikir dampak sebagai akibat dari buah pikiran terdahulu.
f) Kecerdasan ganda. Gabungan dari
kecerdasan intelektual dan emosional
g) Peta pikiran. Otak manusia bekerja
mengolah informasi melalui mengamati, membaca atau mendengar tentang sesuatu
hal berbentuk hubungan fungsional antar bagian (konsep), tidak parsial terpisah
satu sama lain dan tidak pula dalam bentuk narasi kalimat lengkap.
B.
Pengertian Metode Mengajar
Secara harfiyah, metode berasal dari
dua kata, yaitu meta dan hodos yang artinya jalan atau cara.
Jadi, metode adalah artinya suatu jalan yang dilalui untuk mencapai suatu
tujuan.[3]
Dari pengertian tersebut, metode
merupakan suatu cara yang dipergunakan untuk mencapai tujuan yang telah
ditetapkan. Dalam proses belajar mengajar, metode mempunyai peranan yang cukup
penting demi tercapainya tujuan pembelajaran. Guru harus menguasai
metode-metode mengajar. Sebab, apabila Guru tidak menguasainya maka kegiatan
belajar mengajar tidak dapat berjalan
dengan efektif dan efisien.
Menurut Syaiful Djamarah yang
dikutip oleh Pupuh Fathurrohman, ada lima macam faktor yang mempengaruhi dalam
penggunaan metode mengajar, yaitu :
a. Tujuan dengan berbagai jenis dan
fungsinya
b. Anak didik dengan berbagai tingkat
kematangannya
c. Situasi berlainan dengan keadaannya
d. Fasilitas bervariasi secara kualitas dan
kuantitasnya
e. Kepribadian dan kompetensi guru yang
berbeda-beda[4]
Untuk itu, Guru harus memperhatikan
lima faktor tersebut dalam memutuskan dan menggunakan metode belajar mengajar
sehingga dapat mempertimbangkan metode-metode yang akan digunakan. Dalam
penggunaan metode-metode belajar mengajar, Guru diharapkan mengetahui kelemahan
dan kelebihan metode yang akan digunakan. Oleh karena itu, Guru dianjurkan
menggunakan metode yang bervariasi dalam belajar mengajar.
Menurut Mursel, mengajar
adalah mengorganisasi pelajaran untuk memperoleh hasil-hail yang otentik.[5]
Sementara menurut Pupuh Fathurrohman mengutip Bohar Suharto, mengajar adalah
sebagai suatu aktivitas mengorganisasi atau mengatur (mengelolah) lingkungan
agar tercipta suasana yang sebaik-baiknya dan menghubugkannya dengan peserta
didik, sehingga terjadi proses belajar yang menyenangkan.[6]
Dari kedua pendapat tersebut dapat
disimpulkan, bahwa mengajar adalah suatu aktivitas atau kegiatan yang harus
melibatkan anak didik sebagi subyek pembelajaran. Mengajar tidak hanya
aktivitas guru untuk menyampaikan bahan pelajaran, tetapi mengajar juga
meliputi aktivitas guru dalam mengorganisasi lingkungan pembelajaran, agar
tercipta suasana yang kondusif untuk belajar.
Dengan demikian, metode mengajar
adalah cara guru untuk menyampaikan bahan pelajaran dan mengorganisasi
lingkungan pembelajaran, agar tercipta suasana yang yang kondusif untuk belajar
yang akan berdampak terhadap tercapainya tujuan pembelajaran.
C.
Macam-macam Metode Mengajar
Kegiatan belajar mengajar adalah
sebuah interaksi yang bernilai pendidikan. Di dalamnya terjadi interaksi
edukatif antara guru dan anak didik. Penggunaan metode mengajar memiliki nilai
strategis tersendiri dalam proses pendidikan.
Metode adalah cara yang dalam
fungsinya merupakan alat untuk mencapai suatu tujuan. Metode mengajar
pendidikan agama Islam (PAI) terbagi
menjadi 2 (dua) macam :
1. Metode mengajar kelompok
2. Metode mengajar individual
1.
Metode Mengajar Kelompok
a.
Metode Ceramah
Metode merupakan cara menyampaikan
materi ilmu pengetahuan dan agama kepada anak didik yang dilakukan secara
lisan.[7]
Hampir semua guru menggunakan metode ini karena metode ini dianggap metode
mengajar yang mudah atau gampang. Padahal metode ini tidak mudah bagi sebagian
orang lain karena dalam metode ceramah penting memperhatikan di antaranya
ceramah yang mudah dipahami, isinya mudah dipahami dan mampu menstimulasi
pendengar untuk melakukakan hal-hal baik dan benar dari isi yang diberikan.
Penerapan metode ceramah dalam
pendidikan Islam disinyalir dalil Al-Qur’an. Metode ini terilhami dari kisah
Nabi Musa A.S ketika menyampaikan permohonan kepada Allah SWT. Al-Qur’an
tersebut adalah :
tA$s% Éb>u ÷yuõ°$# Í< Íô|¹ ÇËÎÈ ÷Åc£our þÍ< ÌøBr& ÇËÏÈ ö@è=ôm$#ur Zoyø)ãã `ÏiB ÎT$|¡Ïj9 ÇËÐÈ (#qßgs)øÿt Í<öqs% ÇËÑÈ
Artinya : Berkata Musa : Ya
Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untuk urusanku, dan
lepaskanlah kekakuan dari lidahku supaya mereka mengerti perkataanku. (QS
Thaha : 25-28)
Ayat ini mengisyaratkan bahwa dalam
proses pembelajaran penyampaian materi melalui metode ceramah hendaknya
disampaikan dengan jelas, logis serta berbobot, sehingga anak didik dapat cepat
memahami, mengerti serta merima.
Metode ceramah mempunyai beberapa
kelebihan, yaitu :
·
Guru
mudah menguasai kelas
·
Dapat
diikuti siswa dalam jumlah besar
·
Mudah
memperisapkan dan melaksanakannya
·
Hemat
biaya, waktu dan peralatan
Sementara itu, ada juga kelemahan
metode ceramah, yaitu :
·
Keberhasilan
siswa sulit diukur
·
Perhatian
dan motivasi siswa sulit dijaga
·
Peran
serta menjadi rendah
·
Guru
seringkali ngelantur, akibatnya materi inti sering tidak sampai kepada siswa[8]
Dari kelebihan dan kelemahan
tersebut, Guru diharapkan untuk mengetahuinya, dengan itu guru dapat
mengantisipasinya sebelum melaksankan metode ceramah yang dianggap mudah oleh
sebagian guru. Untuk menghindari kelemahan-kelemahan tersebut, guru diharapkan
untuk mengetahui dan memahami dengan
benar metode ceramah.
b.
Metode Tanya Jawab
Metode Tanya jawab adalah cara
mengajar dengan mengajukan beberapa pertanyaan kepada peserta didik. Metode ini
bertujuan untuk menstimulus anak didik berpikir dan membimbingnya dalam mencapai
kebenaran.[9]
Memberikan pengertian kepada
seseorang dan memancingnya dengan umpan pertanyaan telah dijelaskan dalam
Al-Qur’an :
@è% Ç`yJÏj9 ÞÚöF{$# `tBur !$ygÏù bÎ) óOçFZà2 cqßJn=÷ès? ÇÑÍÈ tbqä9qà)uy ¬! 4 ö@è% xsùr& crã©.xs? ÇÑÎÈ ö@è% `tB >§ ÏNºuq»yJ¡¡9$# Æìö7¡¡9$# >uur ĸöyèø9$# ËLìÏàyèø9$# ÇÑÏÈ cqä9qà)uy ¬! 4 ö@è% xsùr& cqà)Gs? ÇÑÐÈ
Artinya : 84. Katakanlah:
"Kepunyaan siapakah bumi ini, dan semua yang ada padanya, jika kamu
mengetahui ? 85. Mereka akan menjawab: "Kepunyaan Allah." Katakanlah:
"Maka apakah kamu tidak ingat ? 86. Katakanlah: "Siapakah yang
Empunya langit yang tujuh dan yang Empunya 'Arsy yang besar ? 87. Mereka akan
menjawab: "Kepunyaan Allah." Katakanlah: "Maka apakah kamu tidak
bertakwa ? (QS Al-Mu’minun : 84-87)
Ayat diatas menjelaskan penerapan
metode Tanya jawab untuk menggiring manusia ke arah kebenaran dengan
menggunakan berpikir yang logis.
Dalam proses belajar mengajar, Tanya
jawab dijadikan salah satu metode untuk menyampaikan materi pelajaran dengan
cara guru bertanya kepada anak didik atau sebaliknya. Beberapa kelebihan metode
Tanya jawab adalah :
·
Siswa
belajar dengan lebih aktif
·
Dapat
mengembangkan keberanian dan keterampilan dalam menjawab dan mengemukakan
pendapat.
·
Pertanyaan
yang dilontarkan dapat menarik dan memusatka perhatian siswa terhadap materi
pembelajaran.
Sementara kelemahan metode Tanya
jawab adalah :
·
Menyita
waktu lama dan jumlah siswa tidak boleh banyak
·
Mudah
menyimpang dari materi pokok
·
Apatis
bagi siswa tidak terbiasa dalam forum[10]
c.
Metode Diskusi
Metode diskusi merupakan salah satu
cara mendidik yang berupaya memecahkan masalah yang dihadapi, baik dua orang
atau lebih yang masing-masing mengajukan argumentasinya untuk memperkuat
pendapatnya. Untuk menggunakan metode ini hendaknya jangan menghilangkan
perasaan obyektivitas dan emosionalitas yang dapat mengurangi bobot pikir dan
pertimbangan akal yang semestinya.[11]
Menerapkan metode ini untuk tukar
menukar informasi, pendapat dan pengalaman antaranak didik dan guru agar
mendapat pengertian bersama yang lebih jelas dan lebih teliti tentang agama.
Di dalam Al-Qur’an terdapat ayat
yang mengisahkan terjadinya diskusi Nabi Ibrahim dengan Raja Namrud :
öNs9r& ts? n<Î) Ï%©!$# ¢l!%tn zN¿Ïdºtö/Î) Îû ÿ¾ÏmÎn/u ÷br& çm9s?#uä ª!$# ù=ßJø9$# øÎ) tA$s% ãN¿Ïdºtö/Î) }În/u Ï%©!$# ¾Çósã àMÏJãur tA$s% O$tRr& ¾ÄÓóré& àMÏBé&ur ( tA$s% ãN¿Ïdºtö/Î) cÎ*sù ©!$# ÎAù't ħôJ¤±9$$Î/ z`ÏB É-Îô³yJø9$# ÏNù'sù $pkÍ5 z`ÏB É>ÌøóyJø9$# |MÎgç6sù Ï%©!$# txÿx. 3 ª!$#ur w Ïöku tPöqs)ø9$# tûüÏJÎ=»©à9$# ÇËÎÑÈ
Artinya : Apakah kamu tidak
memperhatikan orang yang mendebat Ibrahim tentang Tuhannya (Allah) Karena Allah
Telah memberikan kepada orang itu pemerintahan (kekuasaan). ketika Ibrahim
mengatakan: "Tuhanku ialah yang menghidupkan dan mematikan," orang
itu berkata: "Saya dapat menghidupkan dan mematikan". Ibrahim
berkata: "Sesungguhnya Allah menerbitkan matahari dari timur, Maka
terbitkanlah dia dari barat," lalu terdiamlah orang kafir itu; dan Allah
tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim. (QS Al-Baqoroh : 258)
Metode diskusi memiliki beberapa
kelebihan, yaitu :
·
Merangsang
kreativitas anak didik dalam bentuk ide, gagasan, prakarsa serta terobosan baru
dalam pemecahan suatu masalah.
·
Mengembangkan
sikap menghargai pendapa orang lain
·
Mengajarkan
anak didik untuk terlatih dalm
musyawarah
·
Memperluas
wawasan anak didik
Sementara kelemahan metode diskusi,
yaitu :
·
Membutuhkan
waktu yang agak panjang
·
Pembicaraan
terkadang menyimpang dari pokok permasalahan
·
Tidak
dapat dipakai pada kelompok yang besar
·
Mungkin
dikuasai oleh orang-orang yang menonjol dan orang yang suka bicara[12]
Metode ini sering sekali dipakai di
Perguruan Tinggi dalam pembelajaran, karena metode ini membutuhkan kematangan
pemikiran dan pengalaman. Kepada guru yang menerapkan metode ini untuk
memperhatikan kelemahan dari metode ini, sehingga kelemahan tersebut dapat
ditanggulangi atau dihindari. Dalam penggunaan metode ini guru mengusahakan
seluruh murid ikut berpartisipasi, usahakan semua murid dapat giliran berbicara
dan memperhatikan taraf kemampuan siswa serta guru untuk memimpin langsung
ketika tingkat kesukaran yang memerlukan pemecahan yang serius.
d.
Metode Demontrasi
Metode demonstrasi adalah metode
mengajar yang menggunakan peragaan untuk memperjelas suatu pengertian atau
untuk memperlihatkan bagaimana melakukan sesuatu kepada anak didik.[13]
Metode ini bertujuan memperjelasa materi yang sedang dipelajari oleh anak
didik, sekaligus memberi contoh pelaksanaannya. Memperjelas pengertian tersebut
dalam prakteknya dapat dilakukan sendiri atau langsung oleh guru dan anak
didik.
Hadits yang mengisyaratkan penggunaan metode demonstrasi oleh Rasulullah
SAW adalah :
صلوا كما را يتمو نى ا
صلى
Artinya : Sholatlah kamu
sebagaimana kamu melihat aku shalat.
Sebaiknya, dalam penggunaan mendemontrasikan
pelajaran tersebut guru lebih dahulu memperagakannya, lalu siswa ikut
mempraktekkannya. Beberapa keunggulan metode demonstrasi, yaitu :
·
Perhatian
anak didik dapat dipusatkan dan titik berat yang dianggap penting oleh guru
diamati secara tajam.
·
Perhatian
anak didik lebih terpusatkan kepada apa yang didemonstrasikan
·
Anak
murid akan memperoleh pengelaman yang melekat pada jiwanya dan ini berguna
dalam pengembangan kecakapan.[14]
Kelemahan dari metode demonstrasi,
yaitu :
·
Diperlukannya
pemusatan perhatian
·
Memerlukan
banyak waktu
·
Apa
yang didemonstrasikan dalam kelas berbeda jika proses didemonstrasikan dalam
situasi nyata.[15]
e.
Metode Karyawisata (Rihlah)
Karyawisata atau rihlah adalah suatu
metode pembelajran yang menajak anak didik berjalan-jalan ke luar kelas atau
sekolah dengan tujuan mengambil hikmah sesuatu. Pada materi pelajaran agama
Islam, metode ini diterapkan untuk masalah sejarah kebudayaan Islam dan
keimanan. Perintah Allah SWT mengenai penerapan metode karyawisata tergambar
dalam Al-Qur’an :
ôs% ôMn=yz `ÏB öNä3Î=ö6s% ×ûsöß (#rçÅ¡sù Îû ÇÚöF{$# (#rãÝàR$$sù y#øx. tb%x. èpt6É)»tã tûüÎ/Éjs3ßJø9$# ÇÊÌÐÈ
Artinya : Sesungguhnya Telah
berlalu sebelum kamu sunnah-sunnah Allah; Karena itu berjalanlah kamu di muka
bumi dan perhatikanlah bagaimana akibat orang-orang yang mendustakan
(rasul-rasul). (QS Ali-Imron : 137)
Kelebihan metode karyawisata, yaitu
:
·
Anak didik dapat mengamati kenyataan-kenyataan yang
beraneka ragam dari dekat
·
Dapat mengamat pengalaman-pengalaman baru dengan mencoba
turut serta di dalam suatu kegiatan.
·
Dapat menjawab masalah dan pertanyaan dengan melihat,
mencoba dan membuktikan secara langsung.
·
Dapat mempelajari secara integral dan komperehensif
Sedangkan
kelemahan dari metode karyawisata, yaitu :
·
Memerlukan persiapan yang melibatkan banyak pihak
·
Jika sering dilakukan, maka akan mengganggu kelancaran
rencana pelajaran yang lain.
·
Memerlukan pengawasan yang ketat
·
Mahal biayanya[16]
Dengan
demikian, Guru diharapkan untuk memperhatikan kelemahan metode ini karena
metode ini memerlukan biaya yang cukup besar. Metode ini lebih cocok pada mata
pelajaran yang berkaitan dengan sejarah
dan kebudayaan Islam.
f. Metode Taghrib wa tarhib (ganjaran dan hukuman)
Menurut
Ramayulis, Metode taghrib dan tarhib adalah cara mengajar dengan memberikan
hukuman terhadap kebaikan dan memberikan hukuman terhadap keburukan atau
kesalahan.[17]
Metode ini bertujuan agar anak didik memiliki motivasi yang tinggi untuk
melakukan kebaikan serta menjauhi keburukan.
Prinsip
dasar metode ini dalam Al-Qur’an, misalnya firman Allah SWT :
cÎ) tûïÏ%©!$# (#qãZtB#uä
(#qè=ÏHxåur
ÏM»ysÎ=»¢Á9$#
y7Í´¯»s9'ré& ö/ãf
çöy{ ÏpÎy9ø9$#
ÇÐÈ
Mèdät!#ty_
yZÏã
öNÍkÍh5u
àM»¨Zy_
5bôtã ÌøgrB `ÏB $uhÏGøtrB ã»pk÷XF{$# tûïÏ$Î#»yz
!$pkÏù
#Yt/r&
(
zÓÅ̧ ª!$#
öNåk÷]tã (#qàÊuur çm÷Ztã
4
y7Ï9ºs
ô`yJÏ9 zÓÅ´yz
¼çm/u
ÇÑÈ
Artinya
: Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, mereka itu
adalah sebaik-baik makhluk. Balasan mereka di sisi Tuhan mereka ialah syurga
'Adn yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya
selama-lamanya. Allah ridha terhadap mereka dan merekapun ridha kepadanya. yang
demikian itu adalah (balasan) bagi orang yang takut kepada Tuhannya (QS
Al-Bayyinah : 7-8)
Ayat
Al-Qur’an di atas mengindikasi penerapan metode taghrib wa tarhib dalam
pembelajaran agama Islam. Pendidikan merupakan proses panjang untuk membentuk
kepribadian seseorang, sehingga sesekali perlu digunakan metode ganjaran dan
hukuman untuk meningkatkan motivasi belajar.
Memberikan
ganjaran ketika anak telah melakukan kebaikan sesuai tuntunan ajaran agama
Islam, terkadang memang perlu dilakukan. Sebab, manusia seringkali membutuhkan
penguatan terhadap tingkah laku positif yang telah ia lakukan. Penguatan ini
juga yang kelak dapat menjadikan seseorang betah dengan perilaku baiknya.
Sebaliknya, pemberian hukuman kepada anak didik yang telah melakukan kesalahan
bertujuan memberi efek jera kepada mereka, agar tidak mau lagi mengulangi
kesalahannya.
2. Metode Mengajar Individual
a. Metode Latihan
Metode
latihan adalah suatu cara mengajar yang baik untuk menanamkan
kebiasaan-kebiasaan tertentu.[18]
Metode latihan merupakan metode yang dipergunakan oleh Rasulullah SAW dalam
mendidik para sahabat dengan pendekatan pembiasaan. Hadits yang berkaitan
dengan metode latihan adalah :
Dari Abu
Hurairah r.a bahwa seorang laki-laki memasuki masjid, sedangkan Rasulullah SAW
duduk di sudut masjid. Kemudian lelaki itu shalat, lalu ia dating menghampiri
nabi dan mengucap salam. Setelah menjawab salamnya, Rasulullah berkata : “Kembalilah
dan shalatlah, karena sesungguhnya engkau belum sholat.” Maka lelaki itu
shalat,, setelah itu ia kembali menghampiri nabi. Namun, Rasulullah SAW
menyuruh ia kembali shalat. Akhirnya, laki-laki itu berkata : “Wahai
Rasulullah, ajarilah aku”. Maka Rasulullah bersabda : “Apabila engkau
hendak mendirikan shalat, maka sempurnakanlah wudhu’, lalu menghadaplah ke arah
kiblat, lalu bertakbirlah, lalu bacalah daari Al-Qur’an apa yang mudah bagimu ;
kemudian ruku’lah sehingga engkau tenang dalam ruku’mu ; kemudian bangkitlah
sehingga engkau berdiri tegak ; kemudian sujudlah sehingga tenag dalam sujudmu;
kemudian bengkitlah sehingga engkau tenang dalam dudukmu. Kemudian lakukanlah
hal yang seperti itu di dalam keseluruhan shalatmu”. (HR Bukhori Muslim)
Dari hadit
di atas, dapat diambli hikmah yang dapat diterapkan dalam proses pendidikan,
yaitu :
a.
Ketika anak didik melakukan kesalahan jangan langsung
dibenarkan. Ada baiknya guru memberikan kesempata kepada siswa untuk berusaha
membetulkan kekeliruannya sendiri yang bertujuan agar anak didik dapat belajar
dari kesalahannya sendiri.
b.
Guru sebaiknya tidak menjelaskan kepada siswa secara
detail tentang sesuatu yang belum diketahuinya, sampai anak didik sendiri yang
menanyakannya. Hal ini bertujuan agar siswa termotivasi untuk selalu mencoba
dan mencari sendiri informasi yang ia butuhkan.[19]
b. Metode Pemberian Tugas
Metode
pemberian tugas adalah cara penyajian bahan pelajaran di mana guru memberikan
tugas tertentu agar murid melakukan kegiatan belajar, kemudian harus mempertanggungjawabkannya.
Tugas yang diberikan guru dapat memperdalam bahan pelajaran.
Beberapa
kelebihan metode pemberian tugas, yaitu :
·
Pengetahuan yang diperoleh murid dari hasil belajar akan
berguna bagi hidup mereka lebih meresap, tahan lama dan lebih otentik.
·
Mereka berkesempatan memupuk perkembangan dan keberanian
mengambil insiatif, bertanggung jawab dan berdiri sendiri.
·
Tugas yang diberikan guru dapat memperdalam, memperkaya
atau memperluas wawasan yang telah ia pelajari.
·
Dapat membina kebiasaan siswa untuk mencari dan mengolah
sendiri informasi dan komunikasi.
Sedangkan
kelemahan dari metode pemberian tugas adalah :
·
Apabila tugas yang diberikan sulit dan terlalu banyak,
maka akan mempengaruhi ketenangan siswa.
·
Adakalahnya tugas ini dilakukan oleh orang lain
·
Siswa seringkali melakukan penipuan[20]
c. Metode Eksperimen
Metode
eksperimen adalah cara penyajian bahan pelajaran di mana siswa melakuka
percobaan dengan mengalami dan membuktikan sendiri sesuatu yang dipelajari.
Dalam proses belajar mengajar dengan metode eksperimen ini siswa diberi
kesempatan untuk mengalami sendiri atau melakukan sendiri, mengikuti sesuatu
proses, mengamati suatu obhek, menganalisis, membuktikan dan menarik kesimpulan
sendiri tentang sesuatu objek, keadaan atau suatu proses.
Kelebihan
dari metode eksperimen adalah :
·
Dapat membuat siswa lebih percaya atas kebenaran daripada
hanya menerima kata guru dan buku.
·
Siswa terhindar jauh dari verbalisme
·
Memperkaya pengalaman
·
Mengembangkan sikap untuk mengadakan ekspolaritas
·
Mengembangkan sikap berpikir ilmiah
Sedangkan
kelemahan dari metode eksperimen adalah :
·
Memerlukan berbagai fasilitas peralatan dan bahan yang
tidak selalu mudah diperoleh dan murah.
·
Eksperimen tidak selalu memberikan hasil yang memuaskan
karena mungkin ada faktor yang berada diluar jangkauan kemampuan atau
pengendalian
·
Sangat menuntut penguasaan perkembangan materi, fasilitas
peralatan dan bahan mutakhir.[21]
Demikianlah
beberapa metode mengajar yang dapat dipergunakan oeh guru dalam pembelajaran
agama Islam. Bahkan mungkin masih banyak lagi metode baru yang dapat diterapkan
guru di dalam kelas. Apa pun metodenya, yang penting guru agama tidak
mengandalkan satu metode saja dalam pembelajaran agama Islam. Sebab, setiap
metode memiliki kelebihan dan kekurangan. Oleh karena itu, penggunaannya perlu
divariasikan, agar kekurangan pada satu metode mengajar dapat ditutupi oleh
kelebihan dari metode mengajar lainnya. Selain itu, pengunaan metode mengajar
tetap harus mempertimbangkan factor-faktor lain, tujuan pembelajaran dan kondisi
anak didik.
KESIMPULAN
Ø Belajar adalah proses perubahan perilaku
seseorang sebagai akibat dari pengalaman yang didapatkan melalui proses
pengamatan, pendengaran dan membaca.
Ø Metode merupakan suatu cara yang
dipergunakan untuk mencapai tujuan yang telah.
Ø Mengajar adalah suatu aktivitas atau
kegiatan yang harus melibatkan anak didik sebagi subyek pembelajaran. Mengajar
tidak hanya aktivitas guru untuk menyampaikan bahan pelajaran, tetapi mengajar
juga meliputi aktivitas guru dalam mengorganisasi lingkungan pembelajaran, agar
tercipta suasana yang kondusif untuk belajar.
Ø Metode mengajar adalah cara guru untuk
menyampaikan bahan pelajaran dan mengorganisasi lingkungan pembelajaran, agar
tercipta suasana yang yang kondusif untuk belajar yang akan berdampak terhadap
tercapainya tujuan pembelajaran.
Ø Metode mengajar terbagi menjadi 2 (dua)
macam : 1) Metode Mengajar Kelompok; 2) Metode Mengajar Individual. Yang
termasuk metode mengajar kelompok adalah metode diskusi, Tanya jawab,
demonstrasi, ceramah dan karyawisata. Sedangkan yang termasuk metode mengajar
individual adalah metode latihan, pemberian tugas dan eksperimen.
DAFTAR
PUSTAKA
Daradjat,
Zakiah, Metodik Khusus Pengajaran Agama Islam (Jakarta : Bumi Aksara,
2001)
Fathurrohman
Pupuh, Strategi Belajar Mengajar Melalui Penanaman Konsep Umum dan Konsep
Islami (Bandung : Refika Aditma, 2007)
Oviyanti,
Fitri, Pengelolaan Pengajaran (Palembang : Rafah Press, 2009)
Majid, Abdul dan Ahmad Zayadi, Tadzkirah
: Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Berdasarkan Pendekatan Kontekstual
(Jakarta : Raja Grafindo Persada, 2005)
Mansyur, Strategi Belajar
Mengajar (Jakarta : Dirjen Pembinaan Kelembagaan Agama Islam dan Universitas
Terbuka, 1997)
Mujahid, Metode
Pengajaran Bahasa Arab Mukhtar Yahya, Tesis
(Yogyakarta : Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga, 2003)
Mursel, J. dan S. Nasution, Mengajar
dengan Sukses (Successful Teaching) (Bandung : Remaja Rosdakarya, 2006)
Yamin. Martinis, Strategi
Pembelajaran Berbasis Komputer (Jakarta : Gaung Persada, 2005)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar